Showing posts with label jayapura. Show all posts
Showing posts with label jayapura. Show all posts

Saturday, November 7, 2009

Area Freeport Hanya Boleh Dimasuki Pendaki Asing















Senin, 26 Oktober 2009.

Jayapura (ANTARA News).

Niat puluhan wartawan untuk mendaki puncak tertinggi di Indonesia, Cartensz, gagal karena manajemen PT Freeport Indonesia tidak mengizinkan mereka melintasi area tambangnya menuju Cartensz.

Keterangan yang dihimpun ANTARA News di Jayapura, Senin, perlakuan itu berbeda bagi para pendaki asing dari sejumlah negara Eropa.

Tidak jelas apa yang menjadi alasan Freeport yang hanya membolehkan pendaki asing melewati arealnya, sementara wartawan Indonesia justru dilarang.

Akibatnya, puluhah wartawan media nasional kembali ke Jayapura pada Minggu 25 Oktober 2009.

Juru Bicara PT Freeport Mindo Pangaribuan ketika dikonfirmasi via telepon selulernya mengatakan, pihaknya tidak bertanggung jawab atas gagalnya keberangkatan puluhan wartawan mendaki puncak Cartensz.

"Jangan salahkan kami kalau wartawan tidak ikut pendakian. Silahkan komplain ke pemerintah daerah Papua sebab merekalah yang menjanjikan dan memfasilitasi," katanya.

Ia mengatakan, soal tak diijinkannya wartawan nasional melintasi area tambang Freeport, kata Mindo, juga bukan tanggung jawab pihaknya. "Tanya fasilitator kalian, kenapa sampai tidak bisa diberangkatkan," ujar Mindo.

Sementara itu Staf Ahli Gubernur Provinsi Papua Ronald Tapilatu yang juga ikut berangkat dengan rombongan para pendaki asing, belum bersedia memberikan pernyataan.

Jauh hari sebelum rencana ekspedisi ini dilaksanakan, Ronald kepada wartawan mengatakan, pihak Freeport melalui Presiden Direkturnya Armando sudah memberikan izin kepada para pendaki untuk melewati areal Freeport.

Tak hanya izin, kata dia, Freeport juga akan memfasilitasi para pendaki hingga tiba di Puncak Cartensz.

Keputusan pihak Freeport disesali para wartawan. Wartawan Radar Timika [Jawa Pos] Mustofa mengatakan dari awal dia pesimis manajemen Freeport yang selama ini terkenal tertutup, akan mengizinkan wartawan melewati arealnya.

Sementara Lasaruz Gon dari majalah Foja mengungkapkan, dirinya sangat kecewa dengan sikap panitia yang tidak bertanggung jawab dengan kondisi yang terjadi saat ini.

"Karena dijanjikan sudah beres dengan Freeport dan bersedia menfasilitasi, makanya kami bersedia ikut, tapi kenyataannya nol besar," ujarnya.

Hal senada dirasakan Jorsul Sotuan dari tvOne. "Kita ini sudah empat hari di Timika tanpa ada kejelasan, dan panitia hanya omong kosong belaka dengan pernyataan sebelumnya," katanya.

Pendakian Cartensz difasilitasi Papua Promotion House di Eropa milik Pemerintah Provinsi Papua ini. Pendakian dilakukan dalam rangka clean up and survey base camp Carstenz Piramid.

Kegiatan diikuti wartawan Indonesia dan pendaki yang berasal dari sejumlah negara yakni Austria, Switzerland, dan Jerman. (*)

Puluhan Pendaki Bersihkan Puncak Cartenz












Jayapura (ANTARA News).
Sekitar 80 pendaki dijadwalkan akan melakukan pendakian ke Puncak Cartenz di Kabupaten Puncak, Papua, sekaligus membersihkan sampah yang ditinggal para pendaki di puncak tersebut.

Staf khusus Gubernur Papua Ronald Tapilatu kepada wartawan di Jayapura, Jumat, mengakui, pendakian yang dilakukan puluhan pendaki itu dalam rangka program clean up and survey expedition base camp Cartenz pyramid akan dilakukan pada 22-24 Oktober 2009.

Selama berada di Puncak Cartenz, puluhan pendaki termasuk 11 orang pendaki asal Austria, Switzerland dan Jerman itu akan membersihkan kawasan tersebut.

"Informasi yang kami terima, sampah yang ditinggalkan para pendaki nampak berserakan sehingga dalam kegiatan pendakian itu akan dilakukan pembersihan," ungkap Ronald.

Dikatakan, Puncak Cantenz, yang merupakan satu dari tujuh keajaiban dunia itu hingga kini masih diselimuti salju, walaupun berada di daerah tropis.

Selain melakukan pembersihan, pendaki juga akan melakukan berbagai kegiatan mengingat ke depan Cartenz akan dijadikan salah satu tempat tujuan wisata di Papua.

"Setiap tahun sekitar 200-300 pendaki dari luar negeri melakukan pendakian ke Cartenz, namun saat ini belum ada fasilitas yang menunjang di kawasan itu, sehingga para pendaki harus menggunakan fasilitasnya sendiri," jelas Ronald.

Menurutnya, selain pendaki profesional yang akan mendaki juga akan diikuti puluhan wartawan dari media cetak maupun elektronik. (*)